Skip to main content

Yuk Simak Jozef Kaban Kembali Gabung VW Group, Duduki Kepala Desain Merek Volkswagen

Volkswagen (VW) Kelompok udah memberitakan perubahan departemen rancangannya. Pergantian paling subtansial yaitu kembalinya Jozef Kaban.

Pria asal Slovakia ini tak asing untuk produsen mobil Jerman. Ditulis dari Carscoops, Minggu (8/12/2019) , seusai tinggalkan VW Kelompok, ia sempat menduduki jabatan jadi kepala bentuk exterior Skoda pada 2008-2017.
Simak juga : portofolio desain

Setelah itu masuk dengan BMW Kelompok jadi kepala bentuk buat brand pokok BMW. Seterusnya, pada Maret 2019, masuk dengan Rolls-Royce. Akan tetapi, ia cuma bertahan enam bulan.

Dalam andil barunya di VW Kelompok, Kaban bakal berperan sebagai kepala desainer brand Volkswagen Passenger Cars, berlaku mulai 1 Juli 2020. Urutan ini bakal dikosongkan Klaus Bischoff, yang bakal dipublikasikan jadi kepala bentuk VW Kelompok mulai 1 April 2020.

Bacalah juga : Wanita Ini Kegemaran Koleksi Mobil McLaren Seharga Miliaran Rupiah, Ada Senna F1

Michael Mauer, yang sekarang ini mengepalai VW Kelompok Model serta departemen bentuk Porsche, bakal konsentrasi pada tanggung jawabnya di Porsche demikian Klaus Bischoff ambil alih.

Portofolio Jozef Kaban yaitu paduan kendaraan liar, dimulai dari Volkswagen Lupo sampai Bugatti Veyron. Ia sungguh-sungguh mengawali karirnya dalam bentuk exterior di Volkswagen pada 1993. Dimana ia berubah menjadi pemimpin klub, serta dengan cara berbarengan mendesain exterior Bugatti dari 1998.
Artike Terkait : literasi adalah


Pada 2003, ia ubah ke Audi. Kaban dipilih jadi kepala bentuk exterior pada 2006. Pada 2008 sampai 2017, pria 46 tahun yang menggenggam gelar Master of Arts dalam bentuk kendaraan dari Royal College of Art London ini menggenggam tanggung jawab bentuk brand Skoda.

Kaban berjasa dalam meremajakan bentuk brand Ceko dengan mobil-mobil seperti Octavia generasi ke-tiga serta Superb, facelift frontal Octavia pada 2017, dan Skoda Kodiaq serta SUV Karoq.

Comments

Popular posts from this blog

Simaklah Berlomba-lomba mengejar pemilih muda Beginilah analisis strategi kampanye 2019

Indonesia bakal menentukan capres serta wapres pada 17 April. Seperti pun rutinitas yg laku di sekian banyak negara demokratis yang lain, proses penentuan pemimpin senantiasa di mulai dengan ritual kampanye. Sepanjang proses kampanye, ke dua capres, baik Joko “Jokowi” Widodo atau Prabowo Subianto bersaing membuat citranya buat menarik hati banyak pemilih dengan memanfaatkan pelbagai basis wadah yg tidak sama. Dari program kampanye yg dilaksanakan oleh ke dua calon, team Jokowi mengakibatkan napas baru dalam cerita serta pilihan wadah. Sejumlah iklan kampanye Jokowi yg dalamnya menonjolkan kesuksesan program pemerintah dikemas melalui langkah yg kreatif. Video kreatif kampanye Jokowi versus biskuit Khong Guan. Menurut saya, perihal ini berubah menjadi pertanda baru dalam komunikasi politik. Pertama, pemanfaatan wadah pilihan dalam kampanye politik. Ke dua, kecerdasan penataan cerita kampanye program yg tidak sama dari muatan murni politik. Bagian hiburan semakin lebih menguasai....

Beginilah Gaya Bahasa Politik Risma

Politics is the entertainment branch of industry, seperti itulah satu orang komposer kenamaan asal Amerika Serikat, Frank Zappa (1940-1993) mendeskripsikan mengenai muka menghibur fakta politik di banyak tempat. Di negeri ini, politik kelihatan menjelma hiburan, demikian banyak kejutan demi kejutan penting yg silang sengkarut terkait proses politik tersebut. Bukan saja bab pertemuan Megawati serta Prabowo, pertemuan ketua umum partai politik yg minus PDIP, ataupun pertemuan mendadak Anies Baswedan serta Surya Paloh, namun spontan pun mengarah ke Tri Rismaharini. Pengakuan Risma bab sampah Jakarta berubah menjadi sejenis sentakan yg mengagetkan. Risma yg kerapkali hemat memberikan komentar bab pekerjaan di luar domain serta teritorinya, mendadak berkata demikian fasih mengenai sampah Jakarta yg bersepah. Simak Juga : afiliasi adalah Dalam sebuah peluang, dengan demikian menekankan Risma menilainya pengurusan sampah di Jakarta dalam situasi yg mengkuatirkan. Untuk Risma, perlakuan s...

Indonesia Harus Berkaca dari Toleransi Lintas Agama di Bali

INDONESIA adalah negara yg punyai pelbagai banyak keberagaman, suku, bahasa, agama sampai kepercayaan spiritual yang lain. Keberagaman serta praktek toleransi semestinya bisa disaksikan di sebagian tempat, pentingnya pada perayaan hari besar keagamaan. Seperti di Bali, disaat Hari Raya Nyepi. Toleransi beragama di Bali cukuplah tinggi. Ini kelihatan dari desa rutinitas Tuban yg ada di Kabupaten Badung, Bali. Beberapa penduduk non – Hindu di desa ini ikut ikut serta mengontrol keheningan serta kedamaian kala Nyepi. Dimulai dari berubah menjadi pecalang alias polisi rutinitas, sampai mengumandangkan azan tiada pengeras nada. “Toleransi ini udah lama kami menjaga, masyarakat di desa rutinitas Tuban itu ikut sejumlah besar merupakan penduduk non – Hindu dengan perbandingan 1 : 4, dengan banyaknya masyarakat 18 ribu serta luas lokasi 3000. Kami mau memberikan toleransi ini terhadap semua pihak. Di Bali, ada toleransi yg tinggi, ” kata Bendesa rutinitas Tuban, I Wayan Mendra. Lihat Juga...